Tuesday, June 27, 2017

SEPASANG BOLA MATA TAK BERTUAN

Dia hanya duduk sebentar, lalu dibuatnya mata itu terlelap.
Sesaat ia lesap dibawanya perjalanan panjang, menunggu kota tujuannya sebagai pijakkan kedatangnya.
Mungkin waktu terasa lebih lama daripada biasanya, mengingat ada sepasang bola mata yang harus ditinggalkannya. Seandainya saja tidak ada yang perlu di kerjakannya di kota itu, pasti kedua tatapannya sudah diambil oleh sepasang bola mata yang tak bertuan malam itu.
*inhale_exhale*
Dia masih terlelap dengan harapan ingin 1,5 jam saja ia dibawa mimpi kemana-mana. Bertemu dengan sepasang bola mata yang semetara tak bertuan. Ingin sekali dia melemparkan pujian, senyuman yang membuat orang lain menjadi cemburu pada sepasang bola mata yang saling bertatapan.
“OH!, rasanya rindu ingin menggenggam sela-sela manis ruang kosong ke-lima jarinya” sentaknya dalam hati.
Tersadar, ini semua dia lakukan demi sepasang bola mata yang tak bertuan, dia harus berkelana waktu itu. Berkelana sejenak.
Dia yang duduk sebentar di kursi kereta, menunggu langkah kaki yang melanjutkan tujuannya, akhirnya sampai di kota tujuannya yang hanya dijemput oleh langit sore yang kemerahan.


“Dia berharap, kau di sampingnya, hai sepasang bola mata tak bertuan”

No comments:

Post a Comment